Buat banyak programmer, soal Test FizzBuzz sering muncul di tes kerja atau coding interview. Kelihatannya sepele, tapi masih ada saja yang kejebak. Padahal FizzBuzz ini cuma dipakai untuk ngecek: kamu paham nggak sama dasar pemrograman seperti loop, if-else, dan operator modulus.
Di artikel ini, kita bahas cara ngerjain test FizzBuzz di JavaScript, Python, dan C tanpa pusing, lengkap dengan contoh kode yang bisa kamu pakai buat latihan sebelum interview.
Daftar Isi
Apa Itu FizzBuzz?
Format soal FizzBuzz biasanya seperti ini:
- Cetak angka dari 1 sampai N.
- Kalau angkanya kelipatan 3 → cetak
"Fizz". - Kalau kelipatan 5 → cetak
"Buzz". - Kalau kelipatan 3 dan 5 → cetak
"FizzBuzz". - Selain itu, cetak angkanya sendiri.
Dari satu soal ini saja, interviewer bisa menilai:
- Cara kamu menyusun logika.
- Pemahamanmu tentang perulangan.
- Cara pakai kondisi bercabang dengan benar.
Selama kamu paham konsep dasar tersebut, ngerjain FizzBuzz nggak akan bikin keringat dingin lagi.
Contoh FizzBuzz JavaScript
JavaScript sering dipakai untuk posisi web dan frontend, jadi wajar kalau FizzBuzz JavaScript sering muncul di tes atau live coding.
Berikut contoh kodenya:
for (let i = 1; i <= 100; i++) {
if (i % 3 === 0 && i % 5 === 0) {
console.log("FizzBuzz");
} else if (i % 3 === 0) {
console.log("Fizz");
} else if (i % 5 === 0) {
console.log("Buzz");
} else {
console.log(i);
}
}
Hal penting yang perlu kamu perhatikan:
for (let i = 1; i <= 100; i++)→ perulangan dari 1 sampai 100.i % 3 === 0artinyaihabis dibagi 3.- Kondisi kelipatan 3 dan 5 dicek dulu (
i % 3 === 0 && i % 5 === 0), baru kondisi lainnya, supaya angka seperti 15 atau 30 tidak salah output.
Contoh FizzBuzz Python
Buat kamu yang belajar backend, data, atau baru mulai ngoding, FizzBuzz Python biasanya jadi salah satu latihan favorit karena sintaksnya simpel dan mudah dibaca.
Contoh kode FizzBuzz di Python:
for i in range(1, 101):
if i % 3 == 0 and i % 5 == 0:
print("FizzBuzz")
elif i % 3 == 0:
print("Fizz")
elif i % 5 == 0:
print("Buzz")
else:
print(i)
Beberapa hal yang perlu dicatat:
range(1, 101)menghasilkan angka 1 sampai 100.anddipakai untuk mengecek kelipatan 3 dan 5 bersamaan.- Indentasi di Python wajib rapi. Salah spasi sedikit saja bisa bikin error.
Contoh FizzBuzz C
Kalau kamu melamar ke posisi yang dekat dengan sistem rendah (low level), embedded system, atau kuliah teknik, jangan kaget kalau ketemu FizzBuzz C di ujian atau praktikum.
Berikut contoh kodenya:
#include <stdio.h>
int main() {
for (int i = 1; i <= 100; i++) {
if (i % 3 == 0 && i % 5 == 0) {
printf("FizzBuzz\n");
} else if (i % 3 == 0) {
printf("Fizz\n");
} else if (i % 5 == 0) {
printf("Buzz\n");
} else {
printf("%d\n", i);
}
}
return 0;
}
Yang perlu diperhatikan di FizzBuzz C:
#include <stdio.h>dipakai untuk fungsiprintf.- Tipe data harus jelas:
int i = 1;. - Jangan lupa
\nuntuk pindah baris di setiap output.
Tips Biar Nggak Kewalahan di Soal FizzBuzz
Supaya ngerjain test FizzBuzz di JavaScript, Python, dan C terasa lebih ringan, coba terapkan beberapa tips ini:
- Pahami aturannya dulu
Jangan langsung ngoding. Susun dulu:- 3 dan 5 → FizzBuzz
- 3 → Fizz
- 5 → Buzz
- selain itu → angka.
- Utamakan kombinasi 3 dan 5
Selalu cek kondisi kelipatan 3 dan 5 terlebih dahulu. Kalau kamu cek kelipatan 3 dulu, angka seperti 15 bisa salah jadi “Fizz” doang. - Jaga kode tetap simpel
Interviewer lebih suka solusi yang jelas dan mudah dibaca dibanding trik aneh yang bikin bingung.
Baca juga: Interview Test Coding yang Tidak Masuk Akal
Dengan memahami konsep dan melihat contoh di tiga bahasa populer ini, kamu bisa ngerjain test FizzBuzz di JavaScript, Python, dan C tanpa pusing. Soal ini memang sederhana, tapi sering jadi langkah pertama yang menentukan: kamu lanjut ke tahap interview berikutnya atau berhenti di gerbang awal.
Kalau mau, nanti kita bisa lanjutin ke versi “level up” FizzBuzz, misalnya dibuat pakai fungsi, input dinamis, atau gaya clean code.




